Kepolisian Daerah Banten menggelar simulasi negosiasi dan pengendalian massa di Lapangan Apel Polda Banten untuk meningkatkan kesiapan personel menghadapi eskalasi saat warga menyampaikan aspirasi. Simulasi itu memperagakan tahapan situasi mulai dari kondisi kondusif, provokasi, hingga pelemparan terhadap petugas. Wakapolda Banten Brigjen Pol Iwan Saktiadi menyatakan setiap personel wajib memahami tahapan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku.
SERANG — Simulasi yang digelar Polda Banten mempertemukan personel Direktorat Samapta dengan skenario eskalasi bertingkat. Dari kondisi kondusif, situasi dibawa ke tahap provokasi, lalu memuncak pada pelemparan terhadap petugas. Sejumlah pejabat utama Polda Banten menyaksikan langsung jalannya latihan tersebut.
Materi latihan tidak berhenti pada pengendalian massa. Personel juga dilatih menjalankan peran negosiator yang bertugas meredam ketegangan sebelum Dalmas awal diturunkan. Urutan tahapan itu dinilai menentukan hasil akhir penanganan di lapangan.
Wakapolda Banten Brigjen Pol Iwan Saktiadi menegaskan posisi negosiator dalam setiap tahapan penanganan massa. Menurutnya, pendekatan negosiasi harus dikedepankan sebelum personel masuk ke tahap Dalmas awal.
"Negosiator menjadi bagian penting sebelum masuk ke Dalmas awal. Semua tahapan harus dipahami dan dilaksanakan sesuai prosedur, sehingga ketika menghadapi eskalasi sebenarnya, personel sudah siap," kata Iwan di Serang.
Ia menyebut simulasi sengaja dirancang menyerupai kondisi riil. Tujuannya agar personel tidak hanya menghafal prosedur, tetapi mampu mengambil keputusan tepat saat tekanan di lapangan meningkat.
"Dalam simulasi ini diperagakan tahapan eskalasi situasi, mulai dari kondisi kondusif, provokasi, dan pelemparan terhadap petugas," ujarnya.
Polda Banten menempatkan latihan sebagai bagian rutin pembinaan kemampuan personel. Iwan menilai pemahaman teori saja tidak cukup tanpa praktik yang berulang.
"Saya mengucapkan terima kasih atas apa yang kalian tunjukkan di hadapan kita, latihan merupakan bagian penting dalam membentuk kesiapan personel sebelum menghadapi situasi sebenarnya di lapangan," katanya.
Melalui simulasi tersebut, Polda Banten berharap kemampuan personel dalam melayani masyarakat yang menyampaikan aspirasi meningkat. Pelayanan diminta tetap mengikuti tahapan dan prosedur yang berlaku, termasuk saat situasi berubah cepat.