Astronom Deteksi Sinyal Radio dari Eksoplanet Beta Pictoris b

Penulis: Nurul Huda  •  Rabu, 23 September 2026 | 17:18:02 WIB
Tim astronom mendeteksi sinyal radio dari eksoplanet Beta Pictoris b menggunakan teleskop MeerKAT di Afrika Selatan.

BANTEN — Tim astronom dari Center for Astrophysics Harvard & Smithsonian dan University of Oregon berhasil melacak sinyal radio yang berasal langsung dari eksoplanet Beta Pictoris b, planet raksasa berjarak 63,4 tahun cahaya dari Bumi. Pengamatan dilakukan dengan teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan pada empat kesempatan sepanjang 2025 dan 2026. Ini menjadi deteksi radio pertama yang bisa dipastikan berasal dari planet ekstrasurya, bukan dari bintang induknya.

Beta Pictoris b mengorbit bintang Beta Pictoris dan memiliki massa sekitar 10 kali Jupiter. Planet ini berputar sangat cepat, hanya butuh 8-9 jam untuk satu rotasi penuh. Para peneliti menduga rotasi cepat itu turut mendorong munculnya emisi radio aurora yang terdeteksi dari Bumi.

Mengapa Sinyal Ini Bukan dari Alien

Semburan radio yang tertangkap memiliki polarisasi melingkar yang sangat kuat dan muncul berulang. Pola itu mirip dengan emisi radio yang menyertai aurora di planet-planet Tata Surya, termasuk Bumi dan Jupiter.

Aurora terbentuk ketika partikel bermuatan berinteraksi dengan medan magnet dan atmosfer sebuah planet. Di Bumi, proses serupa menghasilkan aurora borealis dan aurora australis.

Tantangan Memisahkan Sinyal Planet dan Bintang

Mengamati sistem yang sangat jauh menyulitkan astronom memisahkan sinyal radio planet dari emisi bintang induknya. Untuk mengatasinya, tim memakai quasar yang sangat terang sebagai titik referensi guna menentukan posisi sumber sinyal dengan presisi lebih tinggi.

Hasilnya menunjukkan emisi tersebut berasal dari Beta Pictoris b, bukan dari bintang Beta Pictoris. "Meskipun semburan radio aurora telah diamati pada planet-planet di Tata Surya dan beberapa katai ultradingin, belum pernah ada deteksi radio yang dapat dilokalisasi secara meyakinkan ke sebuah planet ekstrasurya, bukan bintang induknya," kata para peneliti seperti dikutip dari Science Alert.

Medan Magnet Ribuan Kali Lebih Kuat dari Bumi

Pengamatan menemukan semburan radio cepat dan berulang, serta emisi yang terus-menerus pada frekuensi 0,85 hingga 3,5 GHz. Astronom menduga emisi ini dihasilkan lewat mekanisme Electron Cyclotron Maser Instability (ECMI), proses yang sama berperan menghasilkan emisi radio aurora di Bumi dan Jupiter.

Karakteristik ECMI bergantung pada medan magnet di wilayah tempat emisi dihasilkan. Dari situ, peneliti memperkirakan Beta Pictoris b punya medan magnet setidaknya sekitar 1,25 kilogauss pada wilayah sumber emisi, atau ribuan kali lebih kuat daripada medan magnet Bumi.

"Ini merupakan pengukuran langsung pertama kekuatan medan magnet sebuah eksoplanet dan konsisten dengan prediksi penskalaan dinamo untuk planet raksasa muda yang masif," kata peneliti.

Membuka Cara Baru Memetakan Planet Jauh

Medan magnet eksoplanet selama ini sulit diamati langsung, padahal perannya penting dalam interaksi planet dengan angin bintang dan perlindungan atmosfer. Deteksi radio memberi jalan mengintip medan magnet planet yang berada puluhan tahun cahaya dari Bumi.

Para astronom kini menargetkan tujuh eksoplanet raksasa lain di lima sistem bintang terdekat untuk dicari sinyal serupa. Peneliti memperkirakan peningkatan sensitivitas instrumen sekitar 5-7 kali dapat membawa sejumlah planet lain masuk jangkauan deteksi teleskop radio generasi berikutnya.

Masih Menunggu Peer Review

Penelitian ini masih tersedia sebagai preprint di arXiv dan belum diterbitkan dalam jurnal yang melalui peer review. Hasilnya masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh komunitas ilmiah sebelum dianggap final.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top