Gurita Saham Prajogo Pangestu Kuasai Rp 935 T Kapitalisasi Pasar BEI, BREN Dibayangi HSC

Penulis: Luqman Arif  •  Senin, 28 September 2026 | 12:07:01 WIB
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

BANTEN — Enam emiten terafiliasi Prajogo Pangestu lewat Grup Barito mencatat total kapitalisasi pasar Rp 935,95 triliun di BEI per Senin (28/9). BREN menyumbang porsi terbesar Rp 408,04 triliun, namun justru masuk daftar high shareholding concentration (HSC) karena free float hanya 12,58%.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memimpin daftar emiten Prajogo Pangestu dengan kapitalisasi pasar Rp 408,04 triliun berdasarkan data perdagangan intraday BEI pukul 11.03 WIB. Nilai itu menempatkan BREN di posisi keempat emiten terbesar di bursa, meski telah menyusut tajam sepanjang tahun.

Catatan Katadata pada 10 Februari 2026 menunjukkan kapitalisasi pasar BREN masih sekitar Rp 1.076 triliun dan bertengger di puncak daftar emiten terbesar BEI. Artinya, kapitalisasi pasar BREN telah turun sekitar 62,07% dari posisi tersebut.

Enam Emiten Prajogo di Jajaran Kapitalisasi Terbesar BEI

Selain BREN, sejumlah perusahaan dalam kelompok usaha Prajogo masuk jajaran emiten berkapitalisasi besar. Berikut rinciannya per Senin (28/9):

  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp 408,04 triliun, posisi ke-4
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 153,55 triliun, posisi ke-13
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 142,02 triliun, posisi ke-14
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Rp 105,11 triliun, posisi ke-20
  • PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA): Rp 73,02 triliun, posisi ke-30
  • PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp 54,21 triliun

Total kapitalisasi enam emiten tersebut mencapai Rp 935,95 triliun. Angka ini bahkan masih melampaui kapitalisasi pasar BREN saat berada di puncak pada Februari lalu yang mencapai Rp 1.076 triliun.

Free Float BREN 12,58% dan Tenggat BEI 2027

BREN masuk daftar HSC pada 2 April 2026. Dalam daftar tersebut, sejumlah pemegang saham BREN tercatat secara agregat menguasai 97,31% saham perseroan, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat. Adapun ultimate beneficial owner (UBO) BREN tercatat adalah Prajogo Pangestu.

BREN memiliki free float sebesar 12,58%. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00045/BEI/03-2026, emiten dengan kapitalisasi pasar minimal Rp 5 triliun hingga di bawah Rp 50 triliun dan free float di bawah 15% wajib memenuhi ketentuan minimum free float secara bertahap paling lambat 31 Maret 2027.

Tekanan terhadap kapitalisasi pasar BREN berlanjut setelah masuk daftar HSC. Pada 18 Mei 2026, kapitalisasi pasar BREN turun menjadi Rp 650 triliun, jauh di bawah posisi awal tahun.

Kekayaan Prajogo Rp 283 Triliun, Nomor Dua di Indonesia

Bisnis Prajogo di bursa mengantarkannya sebagai orang terkaya kedua di Indonesia. Berdasarkan Forbes Billionaires Real Time per Senin (28/9), kekayaan Prajogo mencapai US$ 15,8 miliar atau setara Rp 283,09 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.917 per dolar AS.

Dengan kekayaan tersebut, Prajogo menempati peringkat ke-180 orang terkaya di dunia. Di atasnya terdapat pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Low Tuck Kwong dengan kekayaan US$ 16,7 miliar. Sementara di bawah Prajogo ada pemilik Grup Djarum R. Budi Hartono dengan kekayaan US$ 15,4 miliar.

Apa Artinya bagi Investor

Kapitalisasi pasar menjadi salah satu indikator yang digunakan investor untuk mengukur ukuran suatu perusahaan. Perusahaan dengan kapitalisasi besar umumnya memiliki nilai perusahaan yang lebih tinggi di pasar dan menjadi salah satu kelompok saham yang banyak diperhatikan investor.

Namun bagi BREN, status HSC dan free float rendah menjadi faktor yang perlu dicermati. Ketentuan minimum free float yang harus dipenuhi paling lambat 31 Maret 2027 berpotensi mendorong aksi korporasi lanjutan, termasuk pelepasan saham oleh pemegang saham utama atau penambahan porsi publik.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top