Chery Tiggo Cross CSH Jadi Varian Terlaris, Ini Konsumsi BBM dan Performanya

Penulis: Luqman Arif  •  Rabu, 30 September 2026 | 17:04:31 WIB
Chery Tiggo Cross CSH menyumbang 1.717 unit dari total 2.302 unit penjualan wholesales Tiggo Cross di Indonesia.

BANTEN — Chery Tiggo Cross CSH menyumbang 1.717 unit dari total penjualan wholesales Tiggo Cross sebanyak 2.302 unit di Indonesia. Varian hybrid ini jadi tulang punggung Chery di segmen SUV compact, berkat kombinasi motor listrik bertenaga 201 dk dan mesin 1.498 cc siklus Atkinson. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim 7,6 detik.

Distribusi ke dealer Chery Tiggo Cross sepanjang periode penjualan wholesales mencapai 2.302 unit. Dari jumlah itu, 1.717 unit atau sekitar tiga perempatnya berasal dari varian CSH. Sisanya tersebar ke varian lain dalam lini Tiggo Cross.

Dominasi varian CSH menunjukkan preferensi konsumen Indonesia di segmen SUV hybrid mengarah ke opsi dengan tenaga besar. Chery Tiggo Cross CSH mengandalkan sistem CSH Hybrid yang menggabungkan mesin bensin empat silinder 1.498 cc siklus Atkinson dengan motor listrik.

Mesin 1.498 cc Atkinson dengan Motor Listrik 201 dk

Mesin bensin pada Tiggo Cross CSH menghasilkan tenaga 95 dk dan torsi puncak 120 Nm. Namun motor listriknya jauh lebih dominan dengan output hingga 150 kW atau setara 201 dk dan torsi puncak 310 Nm.

Konfigurasi ini membuat motor listrik jadi sumber tenaga utama saat akselerasi awal. Mesin bensin bekerja sebagai pendukung dan penjaga efisiensi bahan bakar, sesuai karakter siklus Atkinson yang mengutamakan konsumsi BBM irit ketimbang tenaga puncak.

Akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,6 Detik

Dengan torsi instan dari motor listrik, Chery Tiggo Cross CSH mencatatkan akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,6 detik. Untuk sprint pendek 0-60 km/jam, varian ini butuh 3,8 detik.

Angka tersebut tergolong cepat untuk SUV hybrid di kelasnya. Torsi puncak 310 Nm yang tersedia sejak putaran rendah membuat varian CSH terasa responsif di kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.

Konsumsi BBM Jadi Daya Tarik Utama

Selain performa, konsumsi bahan bakar menjadi faktor pendorong popularitas varian CSH. Sistem hybrid memungkinkan mesin bensin bekerja pada rentang putaran optimal, sementara motor listrik menangani akselerasi awal yang boros BBM.

Chery Tiggo Cross sendiri merupakan salah satu model andalan merek asal China ini di pasar Indonesia. Pencapaian 2.302 unit wholesales menempatkan Tiggo Cross sebagai salah satu kontributor penjualan utama Chery di Tanah Air.

Komposisi penjualan yang didominasi varian CSH memberi gambaran jelas soal arah pasar. Konsumen yang mencari SUV hybrid cenderung memilih varian dengan tenaga lebih besar meski harga kemungkinan lebih tinggi dari varian konvensional.

Bagi Chery, data ini jadi sinyal untuk memperkuat lini hybrid di Indonesia. Varian CSH terbukti bukan sekadar pelengkap, melainkan penopang utama volume penjualan Tiggo Cross.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: gridoto.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top