BANTEN — Niamh Algar dan Fanny Ardant didapuk sebagai pemeran utama seri thriller berjudul Harmonia yang berlatar resor mewah dikendalikan kecerdasan buatan. Proyek ini merupakan hasil kerja sama langka antara Inggris dan Yunani, melibatkan Warp Films, ITV Studios, dan penyiar publik Yunani ERT. Algar berperan sebagai pencipta AI, sementara Ardant memerankan pemilik lama resor tersebut.
Produksi Harmonia akan mengambil lokasi di Athena, tepatnya di Cape Sounio Resort dan Kapa2 Studios. Pengambilan gambar dilakukan menjelang jadwal peluncuran pada 2027. Seri ini diproduksi bersama ITV Studios yang juga menangani distribusi internasionalnya.
Pendanaan proyek ini datang dari ITV Studios dan penyiar publik Yunani ERT, dengan dukungan pengembangan dari Hellenic Film & Audiovisual Fund serta Creative Europe Media. Harmonia menjadi salah satu co-production Inggris-Yunani yang jarang terjadi di industri televisi.
Harmonia berlatar sebuah resor dan fasilitas wellness mewah tempat teknologi bertemu eskapisme. Setiap keinginan tamu diklaim bisa dipenuhi oleh sistem AI yang mengelola tempat itu. Algar memerankan Shona Casey, sosok pencipta AI tersebut, sedangkan Ardant berperan sebagai mantan pemilik resor.
Kisahnya digambarkan sebagai cerita Frankenstein masa kini tentang seorang ilmuwan yang ingin menjadi Tuhan, beserta ciptaannya yang luar biasa. Dalam perkembangannya, batas antara apakah AI adalah monster atau justru manusianya yang monster menjadi semakin kabur.
Selain dua nama utama, Harmonia mengisi jajaran pemainnya dengan Chloe Lea yang dikenal lewat Dune: Prophecy dan A Knight of the Seven Kingdoms. Lea memerankan staf muda yang menjadi obsesi sang AI.
Sejumlah aktor internasional turut meramaikan, termasuk Oliver Chris (Rivals, The Crown), Abubakar Salim (House of the Dragon, Raised by Wolves), Goran Bogdan (Legacy of Spies, The Last Panthers), Theo Augier (XO Kitty, Jay Kelly), dan George Ioannides (Guys and Dolls, Industry).
Dari Yunani, ada Pygmalion Dadakaridis (The Other Me, Rififi), aktor teater dan televisi Konstantinos Zografos (The Judge, Derti), Antigoni Frida (Grand Hotel, Sauté), serta pendatang baru Zoe-Stella Nikolaou.
Harmonia diciptakan oleh Peter Carlton, Lefteris Charitos, Amanda Livanou, dan Hanna Jameson. Charitos yang menyutradarai Wild Bees, salah satu kesuksesan terbesar televisi Yunani, mengarahkan seluruh enam episode.
Jameson, penulis novel laris The Last dan penulis serial Netflix The Twin yang dibintangi Jamie Dornan, dipercaya sebagai lead writer. Naskah episode lainnya ditulis Alki Papastathopoulos dan Panayotis Christopoulos.
Jameson mengaku proyek ini memberinya kesempatan menceritakan kisah bermakna penuh karakter lucu, aneh, dan rumit. Ia menyebutnya sebagai kisah yang mengingatkannya pada serial genre legendaris yang ia tonton semasa kecil.
"Dengan proyek ini, saya punya kesempatan menceritakan kisah yang benar-benar bermakna, penuh karakter lucu, aneh, dan rumit, mengingatkan saya pada acara genre legendaris yang saya tonton saat tumbuh besar," ujar Jameson.
Ia juga menyoroti bagaimana hubungan manusia dengan teknologi berubah begitu cepat dalam waktu singkat, berkembang lebih cepat dari kemampuan manusia memahami konsekuensi personal maupun globalnya.
Harmonia diproduksi oleh Warp, rumah produksi yang sebelumnya ikut menggarap Adolescence bersama Plan B milik Brad Pitt. Dari sisi Yunani, proyek ini melibatkan Neda Film, produser film layar lebar berpenghargaan seperti Pity dan Gorgonà.
Seri ini didominasi dialog berbahasa Inggris dan diposisikan sebagai co-production internasional antara Warp dan Neda Film. Kombinasi tim Inggris dan Yunani inilah yang membuat Harmonia berbeda dari kebanyakan proyek televisi Eropa.
Bagi penggemar thriller bertema kecerdasan buatan, Harmonia menawarkan sudut pandang yang menggabungkan kemewahan, obsesi, dan pertanyaan etis soal batas antara pencipta dan ciptaannya.