PANDEGLANG — Universitas Mathla'ul Anwar (Unma) Banten menyelenggarakan kegiatan Capacity Building bagi para Kepala Desa di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Program ini menyasar peningkatan kapasitas, wawasan, serta kemampuan para kades dalam mengelola pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa. Kegiatan berlangsung di kampus Unma Banten dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi.
Dalam sambutannya, Iing menekankan bahwa peningkatan kapasitas kepala desa menjadi kunci untuk mewujudkan pemimpin desa yang semakin cerdas, visioner, dan inovatif. Menurutnya, kades memegang peran strategis dalam mengelola berbagai program pembangunan, terutama yang bersumber dari Dana Desa.
Dana Desa Jadi Fokus Utama Pelatihan
Iing menyoroti pentingnya pemahaman kades terhadap pengelolaan anggaran desa agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap para kades mampu mengelola Dana Desa semata-mata untuk membangun desa.
"Kapasitas Kepala Desa terus di-upgrade, karena Kepala Desa ini perannya sangat krusial dalam pengelolaan Dana Desa. Kepala Desa harus lebih smart lagi, dan bisa mengelola Dana Desa semata-mata untuk membangun desa," ujar Iing.
Selain aspek administrasi, Iing menegaskan bahwa seorang kades dituntut memiliki gagasan dan terobosan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Jiwa kepemimpinan yang visioner dan inovatif menjadi syarat yang tidak bisa diabaikan.
"Kegiatan ini penting diadakan untuk menambah wawasan. Setelah ini diharapkan semakin visioner dalam membangun desa dan berfokus pada pembangunan infrastruktur di masing-masing desa," pungkasnya.
Wabup Lebak: Desa Maju, Kabupaten dan Provinsi Ikut Maju
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menegaskan bahwa pembangunan harus dimulai dari tingkat paling bawah, yaitu desa. Menurutnya, desa berperan sebagai fondasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
"Indonesia maju jika desa maju. Membangun harus dari bawah, dari desa. Desa maju, kabupaten pun akan maju, maka provinsi itu akan maju. Salah satunya dengan membangun Koperasi Merah Putih yang harus dikelola dengan baik, dan disi dengan ekonomi lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di desa," kata Amir.
Pernyataan Amir menyoroti keterkaitan antara penguatan kelembagaan desa dan pertumbuhan ekonomi lokal. Koperasi desa dinilai menjadi salah satu instrumen yang bisa menggerakkan perekonomian warga jika dikelola secara serius.
Sinergi Kampus, Pemda, dan Pemerintah Desa
Rektor Unma Banten, Prof. Dr. Adriansyah, menyatakan bahwa sinergitas antara kampus dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Pemerintah Provinsi Banten terus dibangun. Salah satu bentuknya melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Melalui kegiatan Capacity Building tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas aparatur desa, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam pembangunan desa yang berdampak langsung bagi masyarakat," kata Adriansyah.
Kolaborasi tiga pihak itu dinilai penting untuk memastikan program pembangunan desa tidak berjalan sendiri-sendiri. Perguruan tinggi berperan menyediakan pendampingan keilmuan, sementara pemerintah daerah menyiapkan kerangka kebijakan dan anggaran.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Unma Banten dalam mendukung penguatan kapasitas aparatur desa di wilayah Banten. Dampak langsungnya diharapkan terasa pada kualitas perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan di masing-masing desa.