SERANG — Gubernur Banten Andra Soni meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menindaklanjuti usulan mengaji sebagai muatan lokal wajib. Arahan itu menyasar pelajar muslim di jenjang SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta yang mengikuti Program Sekolah Gratis.
Menurut Andra, kegiatan mengaji berperan penting memperkuat pendidikan karakter sekaligus membangun kebiasaan positif peserta didik. Ia menilai mengaji tidak cukup hanya berhenti sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Mengapa Mengaji Dinilai Perlu Masuk Kurikulum
Pemprov Banten saat ini mengelola hampir 300 SMA dan SMK negeri yang operasionalnya didukung pemerintah. Dari jumlah itu, Andra melihat ruang untuk mengembangkan mengaji melalui muatan lokal dengan pengaturan waktu rutin setiap pekan.
"Jadi maksud saya, mengaji ini bukan lagi sekadar ekskul, melainkan wajib bagi pelajar muslim," ujar Andra.
Ia memberi gambaran alokasi waktu yang bisa dipakai sekolah. "Mungkin bisa dialokasikan beberapa jam dalam seminggu atau satu hari, yang terpenting anak-anak itu mengaji," katanya.
Bukan Hanya Akademik, Karakter Jadi Ukuran
Andra menekankan pendidikan karakter yang diwujudkan lewat kebiasaan sehari-hari. Cakupannya meliputi kedisiplinan, ketertiban, menghormati orang tua, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup berorientasi pada kemampuan akademik dan kemampuan membaca Al-Qur'an. Sekolah juga harus membentuk kebiasaan positif yang menjadi karakter peserta didik.
"Jika diterapkan secara masif, nilai-nilai tersebut akan terinternalisasi menjadi kebiasaan, dan insyaallah akhirnya menjadi jati diri warga Banten," ucapnya.
Melek Al-Qur'an Diusulkan Jadi Indikator Kinerja Sekolah
Andra mengusulkan tingkat kemampuan membaca Al-Qur'an atau melek Al-Qur'an masuk sebagai salah satu indikator penilaian kinerja sekolah. Dengan begitu, keberhasilan sekolah tidak hanya dilihat dari capaian akademik.
"Prestasi lain yang bisa kita nilai adalah tingkat melek Al-Qur'an di sekolah tersebut. Saya pikir hal ini perlu kita terapkan secara luas," jelasnya.
Usulan itu muncul di tengah program Serang Mengaji yang telah berjalan sekitar satu tahun. Program tersebut merupakan salah satu dari 13 program utama Pemkot Serang.
Satgas Serang Mengaji Siap Pasok Tenaga Pengajar
Ketua Satgas Serang Mengaji KH Enting Abdul Karim menyambut baik usulan Gubernur Banten. Ia menilai program Serang Mengaji memberikan dampak positif terhadap pembentukan akhlak anak-anak.
Pihaknya menyatakan kesiapan mendukung rencana menjadikan mengaji sebagai muatan lokal di jenjang SMA dan SMK. Satgas Serang Mengaji bahkan siap menyiapkan tenaga pengajar untuk mendukung rencana tersebut.