TANGERANG — Ketua Panitia Anuar Zai mencatat antusiasme peserta sangat tinggi. Sebanyak 144 tim domino dan 28 tim Mobile Legends dari berbagai wilayah dan organisasi masyarakat Nias di Banten turut berpartisipasi. Total 172 tim berlaga memperebutkan gelar juara.
Turnamen yang dipusatkan di Gereja BNKP Pewarta, Komplek Suniser Bizpark Blok C No.70, Kelurahan Kuta Jaya, Pasar Kemis, ini tidak sekadar ajang adu strategi dan kekompakan. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi besar bagi masyarakat Nias di perantauan.
Siapa Saja yang Hadir di Open Turnamen PERMAGI Banten
Sejumlah tokoh penting masyarakat Nias tampak hadir. Di antaranya mantan Wakil Bupati Nias Barat periode 2019-2024 Dr. Era-Era Hia, S.IP., M.Si., Danramil 05/Balaraja Beriaman Halawa, Ketua Dewan A. Ima Gulo, Pdt. Bejisekhi Gea, S.Th, Pdt. Derlina Gea, S.Th, serta Pratu Simson Hia.
Jajaran penasehat, pembina, dan pengurus PERMAGI Banten juga hadir dalam kegiatan yang berlangsung meriah tersebut.
Misi PERMAGI Banten: Menyatukan Ono Niha di Tanah Rantau
Ketua PERMAGI DPW Banten, Fariawesa Gulo, menegaskan turnamen ini memiliki misi lebih besar dari sekadar kompetisi. "PERMAGI hadir untuk menyatukan masyarakat Nias yang selama ini belum bergabung. Dengan adanya PERMAGI Banten, kami membuka diri seluas-luasnya untuk masyarakat kita bisa bergabung. Perlu digarisbawahi, ini bukan hanya untuk Marga Gulo saja, melainkan untuk Amakhaita dan terbuka untuk masyarakat luas khususnya Ono Niha," tegas Fariawesa.
Ia menambahkan, PERMAGI Banten saat ini telah memiliki legalitas resmi. Organisasi tercatat secara administrasi baik di Kesbangpol Provinsi Banten maupun Kesbangpol Kabupaten Tangerang.
"Kegiatan PERMAGI bukan hanya sekadar open turnamen ini saja. Kami juga aktif dalam kegiatan sosial, ikut membantu masyarakat yang mengalami duka maupun suka. Kami bahkan sudah memberikan fasilitas antar jenazah melalui kerja sama dengan salah satu yayasan yang telah bermitra dengan PERMAGI," tuturnya.
Program Sosial dan Bantuan Kemanusiaan PERMAGI
Penasehat PERMAGI DPW Banten, A. Sesi Gulo, menjelaskan organisasi ini memiliki misi mulia untuk mempersatukan Ono Niha. "PERMAGI Banten mempunyai misi untuk mempersatukan masyarakat Nias dengan mencari Amakhaita. Melalui kegiatan ini kami melihat potensi Ono Niha khususnya di Banten sangat besar. Ini adalah bagian dari misi kami memperkenalkan PERMAGI di tengah masyarakat Nias," ungkapnya.
"Selain itu, bagaimana PERMAGI ikut berperan membantu masyarakat Nias yang membutuhkan uluran tangan, baik saat mengalami masalah, duka, maupun suka. Maka kami dari PERMAGI Banten akan melakukan semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan kemanusiaan ataupun fasilitas lainnya," sambungnya.
Dengan mengusung motto "Ualui Dalifusegu", PERMAGI Banten berharap kegiatan ini mempererat tali persaudaraan Ono Niha. Kekompakan para pengurus dan panitia juga menjadi nilai positif yang ingin diperkuat.
Ke depan, PERMAGI Banten berkomitmen melanjutkan kegiatan dengan program-program yang lebih meriah dan bermanfaat bagi masyarakat luas.