Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang tidak berhenti pada tahap pemeriksaan, tetapi hasilnya menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya seperti pengobatan, pemantauan, maupun upaya menjaga kesehatan. Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan hal itu di Tangerang, seraya mendorong layanan kesehatan yang mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Capaian penerima manfaat CKG di kota tersebut telah melampaui satu juta peserta dari target sekitar 1,9 juta penduduk.
TANGERANG — Wali Kota Tangerang Sachrudin menyatakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bukan sekadar mengetahui kondisi kesehatan, tetapi bagaimana mengatasinya. Setelah penyakit diketahui, ia menekankan pentingnya tindak lanjut berupa pengobatan. Bagi warga yang sehat, pemahaman tentang cara menjaga kesehatan menjadi semakin penting.
"Cek Kesehatan Gratis ini bukan sekadar mengetahui, tapi bagaimana kita mengatasinya. Setelah tahu penyakitnya, harus ditindaklanjuti dan diobati. Sedangkan bagi yang sehat, semakin tahu bagaimana menjaganya," ujar Wali Kota Sachrudin di Tangerang, Selasa.
Semakin Cepat Diketahui, Semakin Besar Peluang Ditangani
Sachrudin menilai semakin cepat gangguan kesehatan diketahui, semakin besar peluang penanganan dilakukan lebih awal. Karena itu, Pemkot Tangerang terus mendorong layanan kesehatan yang mudah diakses dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Pendekatan jemput bola menjadi salah satu strategi agar masyarakat lebih mudah memanfaatkan CKG. Sachrudin meminta jajaran Dinas Kesehatan bergerak mendekat ke warga, bukan sebaliknya.
"Jangan sampai masyarakat harus datang jauh-jauh untuk mendapatkan layanan. Kita yang harus lebih dekat kepada masyarakat. Karena itu upaya jemput bola yang dilakukan jajaran Dinkes penting agar CKG menjangkau lebih banyak warga dan semakin banyak yang memanfaatkannya," ujar Sachrudin.
Capaian Kota Tangerang Tertinggi di Banten
Jumlah penerima manfaat CKG di Kota Tangerang telah melampaui satu juta peserta. Angka itu dihitung dari target sekitar 1,9 juta penduduk. Raihan tersebut menjadikan Kota Tangerang sebagai daerah dengan capaian tertinggi di Provinsi Banten.
Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, angka itu menunjukkan upaya pemerintah daerah menjangkau dan mengajak masyarakat berjalan baik.
Dimyati menilai pendekatan preventif seperti CKG penting untuk membangun kesadaran masyarakat. Warga diharapkan tidak menunggu sakit untuk mulai menjaga kesehatan.
"Kalau masyarakat sehat, dapat bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan seterusnya. Dan Alhamdulillah Kota Tangerang partisipasinya sangat tinggi juga, berkat peran Pemkot-nya yang gencar mengampanyekan ini," ujar Wagub Dimyati Natakusumah.
Pemeriksaan Jadi Titik Awal, Bukan Akhir Layanan
Pemkot Tangerang menempatkan CKG sebagai pintu masuk layanan kesehatan yang lebih panjang. Hasil pemeriksaan dapat berujung pada pengobatan, pemantauan berkala, atau pendampingan agar warga tetap sehat.
Dengan pendekatan jemput bola, warga yang selama ini enggan datang ke fasilitas kesehatan diharapkan lebih mudah terdeteksi. Deteksi dini menjadi kunci menekan beban penanganan penyakit pada tahap lanjut.