SERANG — Achmad Dimyati Natakusumah menilai papan catur punya pelajaran penting bagi birokrasi. Setiap bidak harus saling melindungi, sementara pemain wajib menyusun taktik sebelum melangkah. Prinsip itu, kata dia, sejalan dengan cara kerja pemerintahan.
"Catur mengajarkan kita untuk saling bekerja sama dan menjaga demi meraih kemenangan. Sama halnya di pemerintahan, kita tidak bisa bekerja sendiri," ujar Dimyati saat membuka turnamen.
Filosofi Interdependensi di Papan Catur
Menurut Dimyati, catur mengandung filosofi interdependensi atau saling ketergantungan. Tidak ada bidak yang bisa menang sendirian. Pemain perlu mempertimbangkan setiap langkah sebelum mengambil keputusan.
Prinsip tersebut, lanjutnya, juga berlaku dalam pemerintahan. Kolaborasi antarpihak dibutuhkan untuk mencapai target pembangunan.
"Kerja sama dan kolaborasi dapat memenangkan pertandingan, mencapai keunggulan, serta mendorong kemajuan. Begitu juga dalam birokrasi, kolaborasi antarpihak adalah kunci untuk mencapai target pembangunan," tuturnya.
Setiap Kebijakan Harus Berpihak pada Generasi Mendatang
Dimyati juga menekankan pentingnya berpikir strategis jangka panjang. Birokrasi harus menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman sebelum menentukan kebijakan.
"Dalam catur, satu kesalahan bisa menghancurkan segalanya. Setiap langkah harus dipikirkan matang-matang. Ini sejalan dengan birokrasi, setiap kebijakan harus dirancang agar berkelanjutan dan berpihak pada generasi ke depan, bukan sekadar kepentingan saat ini," tegasnya.
27 OPD dan Perwakilan Kabupaten/Kota Ikut Bertanding
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Ahmad Syaukani menyebut turnamen ini bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-26 Provinsi Banten. Tujuannya meningkatkan sportivitas sekaligus membudayakan olahraga di lingkungan masyarakat dan pemerintahan.
Turnamen mempertandingkan dua kategori, yakni perorangan dan beregu. Kategori perorangan diikuti perwakilan dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan satu perwakilan kabupaten/kota.
Kategori beregu diikuti 25 tim serta lima perwakilan kabupaten/kota. Pertandingan perorangan digelar 7 Oktober 2026, sedangkan kategori beregu berlangsung 8 Oktober 2026 dengan sistem Swiss.