Perajin Bambu Tigaraksa Kewalahan Penuhi Pesanan Tiang Panjat Pinang HUT RI ke-81, Omzet Naik 15 Persen

Penulis: Nurul Huda  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:01:01 WIB
Perajin bambu di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kebanjiran pesanan tiang panjat pinang menjelang HUT ke-81 RI.

TANGERANG — Geliat ekonomi musiman kembali terasa di Kabupaten Tangerang menjelang 17 Agustus 2026. Apeng (41), perajin bambu asal Tigaraksa, mengaku kebanjiran pesanan tiang panjat pinang yang dalam sepekan terakhir mencapai delapan unit.

"Tahun kemarin kurang lebih ada 10 tiang bambu dipesan. Tapi sekarang mudah-mudahan lebih dari 20 tiang pemesanan ter order untuk panjat pinang," kata Apeng di Tangerang, Rabu.

Lonjakan permintaan ini tidak hanya terjadi pada tiang panjat pinang, tetapi juga merambah ke perlengkapan lain seperti bambu untuk umbul-umbul dan bilah baliho. Apeng menyebut kenaikan volume penjualan berkisar 10 hingga 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Bambu Gombong Spesial: Panjang 8,5 Meter dan Lurus

Tidak semua bambu bisa dijadikan tiang panjat pinang. Apeng menegaskan kualitas bahan baku menjadi prioritas utama untuk menghasilkan produk yang aman dan kokoh.

"Untuk dijadikan tiang panjat pinang, tidak sembarang bambu yang bisa digunakan. Bambu khusus jenis Gombong dengan kriteria tertentu, seperti harus memiliki panjang sekitar 8,5 meter, berukuran besar, dan lurus kita siapkan," terangnya.

Proses pembuatan terbilang rumit dan membutuhkan ketelatenan. Pengerjaan dimulai dari bagian kepala bambu, pengikatan, hingga pengamplasan. Dalam kondisi fokus, Apeng mampu menyelesaikan hingga dua batang bambu dalam sehari.

Alternatif Ekonomis di Tengah Mahalnya Pinang Asli

Popularitas tiang panjat pinang berbahan bambu tidak lepas dari faktor ekonomi. Harga pohon pinang asli yang menyentuh angka Rp1.000.000 membuat banyak warga dan panitia beralih ke alternatif yang jauh lebih terjangkau.

Satu unit tiang panjat pinang dari bambu dibanderol seharga Rp300.000, dan bisa menjadi Rp250.000 setelah proses tawar-menawar. Angka ini naik tipis sekitar Rp50.000 dibanding tahun sebelumnya yang berkisar di angka Rp200.000 hingga Rp250.000.

"Harganya naik tipis sekitar Rp50.000 dibanding tahun sebelumnya yang berkisar di angka Rp200.000 hingga Rp250.000, karena penyesuaian harga bahan baku dari daerah asal," paparnya.

Pasokan Bambu Didatangkan dari Empat Daerah

Untuk memenuhi lonjakan permintaan, Apeng mengandalkan pasokan bambu dari sejumlah daerah di luar Kabupaten Tangerang. Ia menyebut bahan baku didatangkan dari Rangkasbitung, Bayah, Bogor, hingga Pandeglang.

Selain bambu, bahan pendukung lain yang digunakan dalam pembuatan tiang panjat pinang ini meliputi ikatan ban bekas untuk pengaman, serta paku.

Pemesanan perlengkapan bambu ini datang dari berbagai wilayah sekitar Tangerang hingga kawasan terjauh di Tangerang Selatan. Momentum HUT RI ini diharapkan menjadi berkah bagi para perajin lokal untuk terus meningkatkan kualitas produknya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top