TANGERANG — Ratusan orang turun ke jalan di Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Jumat (31/7/2026), untuk memungut sampah yang berserakan di sejumlah titik. Aksi ini diinisiasi Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah bersama Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, melibatkan aparatur daerah, camat, mahasiswa, dan masyarakat setempat.
Intan menegaskan persoalan sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian. Ia meminta seluruh elemen, termasuk dunia usaha, memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mengubah kebiasaan buruk warga.
Menurut Intan, titik pembuangan sampah liar masih mudah ditemukan di wilayah Tigaraksa dan sekitarnya. Kondisi ini dinilainya sangat mengganggu kenyamanan dan keasrian lingkungan.
"Titik-titik pembuangan sampah yang tidak semestinya masih banyak terlihat dan ini sangat mengganggu. Saya mohon kebiasaan membuang sampah sembarangan dan membakar sampah dihentikan," ujarnya di sela kegiatan.
Ia menekankan, tindakan tegas dari aparat penegak hukum saja tidak cukup. Pola pikir masyarakat yang abai terhadap kebersihan harus diubah secara bersamaan.
"Tindakan tegas dari aparat penegak hukum tidak akan ada efeknya kalau pola pikir dan kebiasaan masyarakat yang tidak peduli sampah dan lingkungannya tidak berubah," kata Intan.
Intan memberikan apresiasi atas partisipasi semua pihak dalam gotong royong tersebut. Ia juga mengingatkan bahaya membakar sampah, terutama di tengah musim kemarau yang rentan memicu kebakaran.
"Kegiatan yang sangat positif, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan bergotong royong membersihkan sampah hari ini. Mohon dengan sangat hilangkan kebiasaan buang dan bakar sampah sembarangan," tandasnya.
Ia berharap para mahasiswa dan generasi muda yang hadir dapat menjadi agen perubahan. Mereka diminta aktif menyosialisasikan pentingnya kepedulian terhadap sampah dan lingkungan kepada masyarakat luas.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyatakan seluruh jajarannya turun langsung dalam aksi bersih-bersih ini. Hal itu merupakan wujud dukungan terhadap gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan presiden.
"Seluruh anggota Polres, apel pagi di lokasi untuk bersama-sama di sini. Ini adalah bentuk dukungan dan kepedulian kami dalam rangka mendukung program pemerintah Indonesia bersih," ungkapnya.
Andi berharap kerja bakti yang melibatkan mahasiswa, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat ini mampu menggugah kesadaran kolektif. Ia menilai kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.
"Kegiatan ini juga diharapkan dapat menggugah dan meningkatkan kepedulian kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah dan lingkungannya," ujarnya.