SERANG — Warga Kota Serang yang kesulitan menjangkau puskesmas atau rumah sakit bakal mendapat kemudahan akses kesehatan melalui program Home Care. Layanan yang digagas Pemkot Serang bersama Universitas Primagraha ini menawarkan pemeriksaan medis dan obat-obatan secara gratis dengan sistem kunjungan langsung ke rumah pasien.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengumumkan kolaborasi tersebut saat berkunjung ke kampus Universitas Primagraha, Jumat (31/7/2026). Dalam kesempatan itu, UPG menyerahkan bantuan dua unit mobil yang akan dijadikan armada operasional layanan kesehatan keliling tersebut.
Budi menegaskan bahwa layanan Home Care memiliki fungsi yang berbeda dengan ambulans. Armada ini tidak dirancang untuk menangani kondisi darurat seperti kecelakaan, melainkan untuk pasien yang masih bisa menjalani perawatan di rumah.
"Ambulans menangani gawat darurat, kecelakaan, dan lain-lain. Ini menangani perawatan di rumah," ujarnya.
Mekanismenya cukup sederhana. Warga yang membutuhkan pemeriksaan tinggal menghubungi nomor layanan yang disediakan, kemudian tim yang terdiri dari dokter dan tenaga kesehatan akan mendatangi lokasi. Pemeriksaan hingga pemberian obat dilakukan di tempat, tanpa perlu antre di fasilitas kesehatan.
"Misalnya sakitnya cukup diobati di rumah, nanti masyarakat tinggal telepon. Begitu ditelepon, tim Home Care datang, ada dokter, perawat, memberikan obat gratis, sistemnya door to door," jelas Budi.
Pada tahap awal, pelayanan direncanakan berjalan pada jam kerja, yakni pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Tenaga medis yang bertugas akan dirotasi dari dokter-dokter puskesmas di seluruh Kota Serang.
Untuk mengakses layanan ini, warga dapat memanfaatkan nomor darurat 112 yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Layanan juga akan terintegrasi dengan aplikasi Serang Digital agar semakin mudah dijangkau masyarakat.
Kepala Diskominfo Kota Serang, Tri Ningsih, menyebut kolaborasi ini sebagai wujud komitmen pemerintah daerah menghadirkan pelayanan publik yang inovatif dan menjangkau warga hingga ke rumah. Ia berharap program ini memberi manfaat besar bagi kelompok yang selama ini sulit mengakses fasilitas kesehatan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan warga dengan keterbatasan mobilitas.
Program ini diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala biaya dan transportasi untuk berobat. Pendiri Universitas Primagraha, Haerofiatna, mengibaratkan layanan ini sebagai "dokter pribadi" bagi warga yang tidak mampu.
"Kalau orang kaya kan punya dokter pribadi, ya mudah-mudahan orang yang enggak punya juga punya dokter pribadi di Kota Serang khususnya," katanya.
Saat ini, Pemkot Serang bersama UPG dan Dinas Kesehatan masih menyusun standar operasional prosedur (SOP) sebagai pedoman pelaksanaan sebelum program resmi diluncurkan pada HUT Kota Serang.