BANTEN — Leo/Daniel membutuhkan waktu 42 menit untuk meraih kemenangan atas Chia/Tai. Kunci keberhasilan wakil Indonesia ada pada ketenangan saat menghadapi tekanan di poin-poin kritis, terutama ketika tertinggal di kedua gim.
Chia/Tai tampil agresif sejak awal gim pertama dan sempat unggul 8-4. Meski Leo/Daniel berhasil mendekat menjadi 8-10, pasangan Malaysia tetap unggul 11-8 saat interval.
Setelah jeda, permainan Leo/Daniel berubah total. Mereka merebut tujuh poin beruntun untuk berbalik unggul 17-13. Namun, Chia/Tai tidak menyerah dan sempat menyentuh angka 20-19 lebih dulu. Dalam situasi genting, Leo/Daniel bermain tenang dan memenangkan gim pertama dengan skor 23-21.
Gim kedua berjalan serupa. Leo/Daniel kembali tertinggal cepat 2-6 dan terus ditekan hingga skor 8-12. Perlahan mereka menemukan ritme dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 16-16.
Pertarungan sengit berlanjut hingga skor imbang 18-18. Pada momen penentuan, Leo/Daniel mampu tampil lebih solid dalam reli panjang dan menuntaskan perlawanan Chia/Tai dengan kemenangan 21-19.
Keberhasilan ini menambah deretan prestasi Leo/Daniel di level internasional. Sebelumnya, pasangan ranking 15 dunia itu juga sempat menembus babak final Japan Open 2024 dan menjuarai Korea Open 2024.
Gelar di Taipei Open 2026 ini menjadi suntikan kepercayaan diri yang signifikan bagi Leo/Daniel. Konsistensi mereka dalam menghadapi tekanan dan kemampuan bangkit dari ketertinggalan menjadi modal utama menjelang turnamen BWF level atas berikutnya.
Bagi sektor ganda putra Indonesia, hasil ini kembali menegaskan kedalaman skuad yang dimiliki pelatih Herry Iman Pierngadi, di tengah persaingan ketat dengan negara-negara Asia lainnya.