SERANG — Krisis air bersih akibat kemarau di Kabupaten Serang mendapat respons cepat dari Kepolisian Daerah (Polda) Banten. Tidak tanggung-tanggung, puluhan kendaraan taktis water cannon yang selama ini identik dengan pengendalian massa dialihfungsikan menjadi truk pengangkut air bersih untuk warga.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengungkapkan, total ada 64 unit armada yang dikerahkan ke lapangan. Armada tersebut berhasil mendistribusikan air bersih sebanyak 502.000 liter ke enam kecamatan yang mengalami kekeringan.
"Sebanyak 502.000 liter air bersih kami distribusikan, termasuk dengan memaksimalkan kendaraan taktis water cannon milik Polri, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di enam kecamatan yang mengalami krisis air bersih," ujar Hengki di Serang, Kamis.
Menurut Hengki, pengerahan dan alih fungsi sementara kendaraan taktis ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam merespons kesulitan masyarakat dengan cepat. Ia memastikan operasi bantuan ini tidak akan berhenti sampai di sini.
Langkah taktis kepolisian ini langsung mendapat sorotan positif dari Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusuma yang turut hadir di lokasi. Ia menilai pemanfaatan aset Polri seperti water cannon untuk misi kemanusiaan merupakan inovasi yang sangat dibutuhkan saat krisis.
"Hari ini kita melihat puluhan kendaraan, termasuk kendaraan water cannon, dimanfaatkan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Ini merupakan bentuk kepedulian luar biasa yang diinisiasi oleh Polda Banten," kata Dimyati.
Wagub berharap inovasi taktis dan kolaborasi ini dapat menginspirasi organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat kabupaten/kota untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada guna membantu warga terdampak kekeringan.
Di tengah aksi pembagian air bersih, Kapolda Banten turut mengeluarkan peringatan keras terkait potensi bencana ikutan di musim kemarau, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi mengancam hingga awal Oktober.
Hengki mengimbau warga agar sama sekali tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar atau membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu titik api baru. Ia juga membuka akses luas bagi masyarakat untuk melapor.
"Silakan manfaatkan Call Center Polri 110. Setiap laporan masyarakat, baik itu terkait kejadian kebakaran maupun darurat kesulitan air bersih, akan segera kami tindak lanjuti," paparnya.