Pemprov Banten Resmi Revitalisasi Kawasan Ziarah Syekh Asnawi Caringin di Pandeglang, Target Jadi Wisata Religi Terpadu

Penulis: Luqman Arif  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:19:31 WIB
Gubernur Banten Andra Soni memimpin peletakan batu pertama revitalisasi Kawasan Ziarah Syekh Asnawi Caringin di Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu (9/8/2026).

PANDEGLANG — Revitalisasi Kawasan Ziarah Syekh Asnawi Caringin resmi dimulai. Gubernur Banten Andra Soni memimpin langsung peletakan batu pertama di Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, pada Minggu (9/8/2026).

Hadir dalam prosesi tersebut Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah, Sekretaris Daerah Deden Apriandhi, pengurus kenadziran Syekh Asnawi, serta para alim ulama dan tokoh masyarakat setempat.

Bukan Sekadar Bangun Fisik, tapi Gerakan Bersama

Andra menegaskan revitalisasi ini dimaknai lebih dari sekadar perbaikan infrastruktur. Menurutnya, keberhasilan penataan bergantung pada sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, pengelola, hingga pelaku usaha lokal.

“Revitalisasi dimaknai sebagai gerakan bersama. Pemprov Banten menata infrastrukturnya, masyarakat menjaga ketertiban dan kebersihan. Alim ulama dan pengelola menjaga nilai serta marwah kawasan. Pelaku usaha menggerakkan perekonomian,” kata Andra dalam sambutannya.

Tahap Awal: Gerbang Utama hingga Aula Tunggu

Pada tahap pertama, proyek ini mencakup pembangunan sejumlah fasilitas penunjang aktivitas ziarah. Beberapa di antaranya adalah gerbang utama, pintu masuk, musala, gazebo utama, selasar, aula tunggu, hingga pintu keluar.

Ke depan, penataan akan diperluas ke kawasan penunjang seperti area parkir dan kios-kios pedagang UMKM. Tujuannya agar seluruh fasilitas terintegrasi dan tertata rapi, memberikan pengalaman yang nyaman bagi pengunjung.

Konsep One Stop Service untuk Kenyamanan Peziarah

Pengurus Yayasan Cahaya Aulia Caringin selaku pengelola, Jajat Rifatullah, menyebut revitalisasi ini sudah melalui persetujuan seluruh pengurus kenadziran. Pihaknya meyakini penataan ini akan menambah kekhusyukan peziarah yang datang.

“Penataan dilakukan, sistemnya juga kita perbaiki. Sehingga peziarah bisa berziarah dengan khusyuk dan pulang membawa oleh-oleh yang baik dan terjangkau,” ujar Jajat.

Konsep yang diterapkan berbasis one stop service, di mana seluruh kebutuhan peziarah, mulai dari tempat ibadah hingga pusat oleh-oleh, tersedia dalam satu kawasan.

Makam Bersejarah yang Dikunjungi Peziarah Mancanegara

Syekh Asnawi dikenal sebagai ulama penyebar dakwah dan pendidikan Islam di Banten. Setiap tahun, makamnya dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Banten, Nusantara, bahkan mancanegara.

Dengan revitalisasi ini, Pemprov Banten menargetkan Kawasan Ziarah Syekh Asnawi Caringin menjadi pusat wisata religi yang tertib, nyaman, dan berdampak ekonomi bagi masyarakat Labuan dan sekitarnya. Kehadiran pemerintah ini diharapkan mampu menjaga nilai sejarah dan spiritual penting bagi warga Banten.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: faktabanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top