BANTEN — Kabar ini terungkap saat von Holzhausen menjadi bintang tamu di acara Jay Leno's Garage. Di sana, ia menunjukkan modifikasi ekstrem pada mobil roadster kesayangannya yang tidak pernah diproduksi massal dengan konfigurasi mesin V8. Proyek ini ternyata berawal dari tantangan internal yang diberikan langsung oleh legenda industri otomotif, Bob Lutz, untuk menyelamatkan citra merek Pontiac yang kala itu tengah terpuruk.
Lutz meminta para desainer GM untuk membuat sketsa mobil yang bisa merevitalisasi Pontiac. Dari sekian banyak proposal, sketsa von Holzhausen-lah yang terpilih. Ia mengaku mendapatkan inspirasi dari mobil balap bersejarah yang sering ia lihat melintas di sirkuit Laguna Seca.
Hasilnya, Solstice yang kita kenal sekarang. Namun, von Holzhausen tidak berhenti di situ. Ia kemudian menyerahkan mobilnya ke Mallet Performance Cars, bengkel spesialis GM di North Carolina, untuk melakukan swap mesin.
Mesin empat silinder bawaan pabrik dicabut dan diganti dengan blok aluminium 6.0 liter LS2 yang biasa digunakan Corvette. Mallet hanya menambahkan sedikit modifikasi pada sistem pembuangan, dan hasilnya terdengar sangat garang. Tenaga yang dihasilkan tembus 400 hp, jauh di atas versi turbo GXP yang hanya 260 hp.
Menariknya, von Holzhausen tidak banyak mengubah hal lain. Transmisi manual lima percepatan tetap orisinil. Ia hanya mengganti set velg dengan ukuran staggered—19 inci di depan dan 20 inci di belakang—agar proporsinya lebih mirip dengan sketsa desain aslinya.
Bagi penggemar otomotif, kabar ini mungkin sedikit meredakan kekhawatiran akan arah desain Tesla di bawah kepemimpinan von Holzhausen. Meski Cybertruck menuai pro dan kontra, kepemilikan Solstice V8 ini membuktikan bahwa ia sangat memahami pakem desain mobil konvensional yang agresif dan dinamis.
Platform Pontiac Solstice dan saudaranya, Saturn Sky, memang dikenal punya handling menyenangkan. Dengan tambahan tenaga V8 ala Corvette, karakter mobil ini jelas berubah total menjadi lebih liar dan sulit dikuasai. Mallet sendiri sudah banyak melakukan konversi serupa, jadi kualitas pengerjaannya tidak perlu diragukan.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik desain futuristik dan kontroversial, seorang desainer ternama pun punya rasa hormat terhadap mesin besar dan mobil sport klasik. Garasi von Holzhausen mungkin tidak penuh EV, tapi justru berisi mobil pembangkit semangat yang ia rancang sendiri puluhan tahun lalu.