BANTEN — PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengubah pendekatan layanan purnajualnya. Kali ini bukan soal jumlah outlet, melainkan kecepatan respons saat truk berhenti di jalan. Setiap menit kendaraan niaga mogok berarti potensi pendapatan yang hilang—kondisi yang tidak bisa ditoleransi oleh pelaku usaha distributor, logistik, maupun tambang.
Kenapa Uptime Jadi Prioritas Utama Isuzu
Direktur Solusi Bisnis dan LCV Bisnis PT IAMI Anjar Rosjadi menjelaskan, truk dan kendaraan niaga adalah aset produktif. "Makanya uptime menjadi sesuatu yang penting," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/7).
Strategi ini berbeda dengan pendekatan purnajual kendaraan penumpang yang masih punya alternatif mobilitas. Bagi pemilik armada, satu unit mogok bisa mengganggu jadwal distribusi dan kontrak pengiriman. Isuzu merespons dengan memperluas jangkauan teknisi ke lokasi pelanggan, bukan menunggu kendaraan masuk bengkel.
166 Bengkel Berjalan dan Investasi Rp400 Juta per Unit
Hingga saat ini, Isuzu memiliki 129 outlet 3S (sales, service, spareparts), 4 Part Depot di Makassar, Medan, Palembang, dan Pontianak, serta 181 Bengkel Mitra Isuzu (BMI). Namun yang menjadi pembeda utama adalah 166 Bengkel Isuzu Berjalan (BIB).
Tahun ini, Isuzu menambah 22 unit BIB baru dengan investasi sekitar Rp400 juta per unit. Layanan jemput bola ini memungkinkan teknisi mendatangi lokasi pelanggan untuk perawatan maupun perbaikan darurat. Dampaknya terlihat dari pertumbuhan unit entry di bengkel yang naik 10 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Testimoni Langsung: Teknisi BIB Datang Saat Armada Mogok
Tiffany N, pemilik PT Central Indo Fajar—distributor transporter semen di Sulawesi Selatan—mengakui keunggulan layanan ini. Menurut dia, teknisi BIB kerap datang memperbaiki armadanya yang mogok di jalan sehingga bisa fit kembali. Perusahaannya kini mengoperasikan lebih dari 30 unit kendaraan Isuzu.
"Dari awal sudah menggunakan Isuzu. Ini juga untuk mempermudah pembelian spare part, servis, dan lainnya," tutur Tiffany.
Kontrak Servis dan Dampak ke Penjualan
Isuzu juga menawarkan kontrak servis bagi pelanggan armada atau fleet customer. Program ini memberikan kepastian biaya perawatan sekaligus mengurangi dampak fluktuasi harga suku cadang. Anjar menambahkan, disiplin pelanggan dalam perawatan berkala dan pengelolaan armada juga sangat menentukan produktivitas kendaraan.
Business Strategy Division Head PT IAMI Rian Erlangga mengeklaim, kuatnya layanan purnajual membuat penerimaan konsumen terhadap produk Isuzu meningkat dalam 10 tahun terakhir. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesales Isuzu pada paruh pertama 2026 mencapai 13.300 unit, naik 18,89 persen dari periode yang sama tahun lalu. Traga menjadi penopang terbesar dengan 6.213 unit, disusul ELF sebanyak 5.537 unit.
"Fokus kami bukan hanya menjual kendaraan, tetapi memastikan bisnis pelanggan tetap beroperasi. Karena ketika kendaraan berhenti, bisnis pelanggan juga ikut terganggu," kata Anjar.