Pencarian

Mendes Yandri Susanto Dorong Lulusan UIN SMH Banten Aktif Ciptakan Lapangan Kerja di Desa

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 13:44:01 WIB
Mendes Yandri Susanto Dorong Lulusan UIN SMH Banten Aktif Ciptakan Lapangan Kerja di Desa
Menteri Desa Yandri Susanto menyampaikan arahan kepada lulusan UIN SMH Banten di Banten.

BANTEN — Menteri Yandri Susanto secara khusus menyasar kalangan akademisi sebagai garda terdepan perubahan ekonomi pedesaan. Menurutnya, intelektual muda memiliki kapasitas untuk mentransformasi potensi lokal menjadi produk bernilai jual tinggi, baik melalui skema desa ekspor maupun pengembangan kawasan wisata terpadu.

Program Desa Ekspor dan Wisata sebagai Ujung Tombak

Pemerintah pusat saat ini menjadikan dua program unggulan sebagai prioritas pembangunan dari desa. Pertama, desa ekspor yang mendorong produk-produk unggulan daerah menembus pasar internasional. Kedua, desa wisata yang mengemas potensi alam dan budaya lokal menjadi destinasi yang layak jual.

Kedua program tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teknis produksi, tetapi juga mampu mengelola rantai pasok, pemasaran digital, dan kelembagaan usaha. Di titik inilah peran lulusan perguruan tinggi menjadi krusial.

Peran Strategis Lulusan UIN dalam Hilirisasi Desa

Para sarjana diharapkan tidak lagi berpikir sempit untuk mendaftar sebagai aparatur sipil negara atau karyawan swasta di kota-kota besar. Kehadiran mereka di desa dibutuhkan untuk membangun badan usaha milik desa (BUMDes) yang kredibel dan berdaya saing.

Desa yang selama ini hanya menjual bahan mentah, kini didorong untuk melakukan hilirisasi sederhana. Pengolahan hasil pertanian, perikanan, atau kerajinan menjadi produk setengah jadi maupun jadi akan meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan. Lulusan UIN dengan bekal keilmuan dan nilai-nilai kewirausahaan diharapkan mampu menjadi katalisator proses tersebut.

Dari Kampus ke Kampung: Menggeser Mindset Pencari Kerja

Ajakan ini sekaligus menjadi kritik terhadap pola pikir lulusan yang selama ini terpusat pada ketersediaan lowongan, bukan pada penciptaan peluang. Padahal, desa memiliki sumber daya alam dan sosial yang melimpah yang belum dikelola secara optimal.

Yandri menegaskan bahwa kemandirian ekonomi bangsa dimulai dari kemandirian desa. Jika desa-desa di Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri, ketimpangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan dapat ditekan secara perlahan.

Perguruan tinggi, khususnya UIN SMH Banten, memiliki tanggung jawab moral untuk menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Kurikulum kewirausahaan berbasis potensi lokal menjadi salah satu kunci untuk menjembatani transisi dari dunia akademik ke realitas lapangan.

Membangun Ekosistem Usaha Desa yang Berkelanjutan

Langkah ini tidak akan berhasil tanpa dukungan ekosistem yang utuh. Pemerintah desa perlu memberikan ruang dan kemudahan perizinan bagi usaha-usaha baru yang dirintis oleh para pemuda terdidik. Akses permodalan melalui dana desa juga harus diarahkan untuk kegiatan produktif, bukan sekadar pembangunan fisik semata.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha di desa menjadi prasyarat mutlak. Program desa ekspor membutuhkan pendampingan intensif dalam hal standardisasi produk, kemasan, dan logistik agar mampu bersaing di pasar global.

Dengan adanya suntikan ide segar dari lulusan perguruan tinggi, desa tidak lagi menjadi tujuan akhir perantau yang pulang kampung, melainkan titik awal bagi pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif. Para lulusan diharapkan mampu membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu identik dengan meninggalkan kampung halaman.

Follow www.kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks