Pencarian

Laba Bersih Pupuk Indonesia Tembus Rp8,23 Triliun di Semester I-2026, Melonjak 250,2 Persen

Senin, 03 Agustus 2026 • 12:35:01 WIB
Laba Bersih Pupuk Indonesia Tembus Rp8,23 Triliun di Semester I-2026, Melonjak 250,2 Persen
Laba bersih Pupuk Indonesia mencapai Rp8,23 triliun pada Semester I-2026, melonjak 250,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BANTEN — Kenaikan laba yang signifikan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan yang mencapai Rp59,66 triliun pada paruh pertama tahun ini. Angka tersebut meningkat sekitar 50,5 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 yang tercatat sebesar Rp39,64 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip Minggu (2/8/2026), pemicu utama pertumbuhan pendapatan adalah melonjaknya pos penggantian biaya subsidi dari Pemerintah Indonesia. Dana tersebut naik drastis dari Rp16,39 triliun pada Semester I-2025 menjadi Rp34,08 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh sekitar 107,9 persen secara tahunan.

Penjualan Produk dan Beban Usaha Ikut Naik

Selain subsidi, pendapatan dari penjualan produk juga mencatatkan pertumbuhan positif. Nilainya naik dari Rp21,95 triliun menjadi Rp24,13 triliun, atau meningkat sekitar 9,9 persen dibandingkan tahun lalu.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas usaha, beban pokok penjualan perseroan juga ikut terkerek. Beban tersebut tercatat sebesar Rp45,32 triliun pada Semester I-2026, naik sekitar 35,2 persen dari Rp33,51 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu, pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi membuat laba bruto perusahaan melesat 134,3 persen menjadi Rp14,34 triliun.

Aset dan Ekuitas Tumbuh Lebih dari 21 Persen

Dari sisi neraca, total aset Pupuk Indonesia hingga akhir Semester I-2026 mencapai Rp182,05 triliun. Posisi ini meningkat sekitar 21,2 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp150,18 triliun.

Adapun liabilitas perseroan tercatat naik menjadi Rp71,36 triliun, atau meningkat sekitar 52,7 persen dibandingkan Rp46,72 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, ekuitas perusahaan berada di level Rp182,05 triliun, tumbuh 21,2 persen dari posisi sebelumnya.

Kinerja keuangan yang solid ini menempatkan Pupuk Indonesia pada posisi yang kuat untuk terus menjalankan perannya sebagai penyalur pupuk bersubsidi sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan pemerintah yang mengalir melalui mekanisme penggantian biaya subsidi, perseroan diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi dan distribusi pupuk ke seluruh daerah.

Follow www.kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks