TANGERANG — Rencana penyaluran bantuan ini tidak hanya berhenti pada 72 PAUD. Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Rizkia Fitria, menyebut total ada 115 satuan pendidikan yang bakal tersentuh. Rinciannya, 72 lembaga menerima bantuan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni, sementara sisanya meny menyusul lewat anggaran perubahan.
Alokasi Anggaran dan Kriteria Penerima Bantuan
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Menurutnya, memastikan anak-anak mendapat layanan pendidikan yang baik sejak dini adalah kunci untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing.
"Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu, kita harus memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik sejak usia dini agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan," ujar Benyamin dalam keterangan resminya, Rabu.
Bantuan Sarana Penunjang Pembelajaran
Proses seleksi penerima bantuan tidak dilakukan sembarangan. Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal, Rizkia Fitria, menjelaskan bahwa lembaga penerima ditetapkan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi oleh pengawas PAUD formal serta penilik pendidikan nonformal.
Hal ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran, diberikan kepada lembaga yang benar-benar membutuhkan dan memenuhi kriteria. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi meja dan kursi anak, loker penyimpanan tas, papan tulis, serta alat peraga edukatif (APE) untuk menunjang proses belajar mengajar.
"Ada meja, kursi untuk anak-anak, loker penyimpanan tas, papan tulis, alat peraga edukatif, dan kebutuhan lainnya. Pengawas dan penilik memastikan setiap lembaga yang menerima bantuan benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan sarana pembelajaran," jelas Rizkia.
PAUD Sebagai Prioritas dalam RPJMD 2025–2029
Program peningkatan sarana prasarana PAUD ini masuk dalam salah satu program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan Tahun 2025–2029. Pemerintah kota menilai pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini.
Dukungan fasilitas yang memadai dinilai menjadi fondasi penting agar anak-anak di Tangsel tidak hanya sekadar bersekolah, tetapi juga nyaman dalam menempuh pendidikan. Dengan begitu, angka partisipasi sekolah (APK) di jenjang PAUD diharapkan terus meningkat.