TANGERANG — Estafet kepemimpinan di lingkungan Pemkab Tangerang resmi bergulir. Dadan Gandana, S.STP., M.Si., kini mengemban amanat baru sebagai Kepala Bapenda, menggantikan posisinya yang lama sebagai Kepala Dinas Pendidikan. Kursi yang ditinggalkannya di Disdik selanjutnya diisi oleh Supriyadi, birokrat yang sebelumnya menjabat Camat Cikupa dan Camat Teluknaga.
Mutasi ini bukan sekadar perpindahan jabatan, melainkan membawa konsekuensi pada arah kebijakan dua instansi vital: pendapatan daerah dan layanan pendidikan. Pertanyaannya, bagaimana jejak Dadan di sektor pendidikan dan tantangan apa yang menantinya di Bapenda?
Warisan Program Pakades dan Gebyar BTQ di Bawah Kepemimpinan Dadan
Selama menakhodai Disdik, Dadan dikenal membawa angin segar bagi pemerataan akses belajar. Salah satu pencapaian yang paling membekas adalah realisasi program Sekolah Swasta Gratis untuk jenjang SD dan SMP. Inisiatif ini memastikan siswa di sekolah swasta mendapatkan hak yang sama tanpa membebani ekonomi orang tua.
"Langkah konkret ini diambil agar kualitas pendidikan yang layak tidak hanya dinikmati oleh siswa di sekolah negeri, melainkan merata ke seluruh lapisan masyarakat," ujar Dadan dalam sebuah kesempatan.
Selain itu, Disdik di bawah kendalinya sukses menggerakkan Program Pakades (Pendidikan Kesetaraan Tingkat Desa). Program jemput bola melalui jalur Paket A, B, dan C ini terbukti efektif mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga ke pelosok desa. Penguatan mutu kepemimpinan sekolah dan inisiasi Gebyar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) massal juga menjadi catatan kinerjanya, tak terkecuali menjaga transparansi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Harapan Baru untuk Transparansi Fiskal dan Digitalisasi Pajak
Perpindahan Dadan ke Bapenda memunculkan ekspektasi tinggi, terutama dari jajaran di bawahnya. Kasi Binwasdesa Kecamatan Teluknaga, Budi, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Dadan di Disdik sekaligus menitipkan harapan besar pada pos barunya.
"Kami berharap di bawah kepemimpinan yang baru, Bapenda Kabupaten Tangerang dapat terus meningkatkan transparansi fiskal dan mempercepat digitalisasi layanan pajak. Sistem daring yang stabil dan mudah diakses akan memberikan keadilan bagi warga dalam memenuhi kewajiban perpajakan demi pembangunan daerah yang merata," pungkas Budi.
Fokus pada digitalisasi layanan pajak menjadi pekerjaan rumah yang menanti. Keberhasilan Dadan dalam mengelola program pendidikan kini diuji dengan tantangan mengoptimalkan pendapatan asli daerah melalui sistem yang lebih modern dan akuntabel. Sementara itu, Supriyadi di Disdik dihadapkan pada tugas melanjutkan program-program strategis yang telah berjalan, termasuk memastikan keberlanjutan Sekolah Swasta Gratis dan Pakades.